Leda Lede
Jumat, 10 juni 2011
02.32 pm
Baru sempat ngenet dan update status di twitter. #pentingbanget
Hoaahm … Nyaman sekali di sini. Di sini di tempat yang kata orang belanda di sebut sebagai nomaden.
Tas ransel saya cuma diisi oleh laptop, charger laptop, charger hp, modem, dua buah baju, bedak, henbodi, sikat gigi, lipstik, sabun bayi, pembalut, dompet beserta isinya, kunci rumah, kunci kamar, dan terakhir … Ijazah. Ada yang mau menerima ijazah saya?
Tujuan saya sebenarnya pantai. Walau bawaan saya sama sekali tidak sesuai dengan tempat tujuan saya, tapi inilah saya. Leda Lede. Lucu ya? Leda Lede saya dengar barusan dari seorang teman. Katanya artinya yaitu ‘menyepelekan’. Lucu lah pokoknya. Ketawa dong! (hahahahahahaha)
Cukup.
Makasih.
^^
Haduh .. Saya lupa bawa jaket dan slayer. Jadi kalo kemana-mana, saya harus siap kedinginan dan menerima debu di muka saya. Kereta, Bis, Taxi, bahkan pesawat bisa membawa saya kemanapun. Menyebalkan sekali bepergian tanpa jaket dan slayer. Nanti kalo saya berubah jadi legam bagaimana? Baju-baju yang saya bawa tidak bisa menutupi sampai mata tangan. Beli? oh nonono .. uang saya khusus untuk bacpacker di bulan Juni. Bukan untuk shopping shopping. Belum waktunya.
Oke!
Leda Lede saya berawal dari sebuah pucuk desa yang segar sekali. Banyak pepohonan dan sawah. Entah ini daerah namanya apa. Saya juga tidak mau tahu. Itulah kenapa saya senang sekali leda lede. Yang penting saya bisa makan enak dan gratis. Right!
Pria di samping saya baik sekali. Ia tau saya suka sayur bayam yang disajikan dengan tempe goreng dan sambal bawang. ohh Makan saya banyak sekali. Di pinggir sawah, makan siang dengannya, nikmat sekali. Sebelumnya saya makan pagi dengan mi instan. Tidak buruk lah untuk makanan awal pembuka aktivasi mata dan perut.
Tidur di kediaman yang sangat minim fasilitas. Membuat saya cukup menjadi tau bahwa prihatin itu sebenarnya tidak sulit. Tidak seburuk yang dibayangkan lah ya .. Saya masih bisa menikmati acara kuis kuis busuk dengan gaya seronok ‘SEMANGKA! SEMANGAT KAKAAAKKK’. Cik.
Hanya saja, saya memang kehilangan sinyal modem saya. Rest in Peace lah laptop saya. Atau modem saya mungkin yang memang cacat.
Nice!
Hari kedua di sore hari …
Saya dijemput oleh seorang sahabat yang berbeda. Ia membawa saya ke kediamannya yang sangat besar bak istana kekurangan penghuni. Lumayanlah. Kehadiran saya mudahan bisa sedikit meramaikan isi kamar tidurnya yang berjumlah 8 ruang. dan saya senang sekali karena saya bisa gulung-gulung di rumahnya ..
Dari mana ya?
Kuliner? Kami makan malam menggunakan nasi, hati ayam, brutu, sambal petai dengan berbagai lalapan, dan akua.
Enak sekali. Kami makan malam bertiga. Asyik bercerita. Jam 2 pagi kami baru bisa tidur. Ah! Mereka membuat badan saya panas dingin.
Dengan segala cerita, satu persatu tertumpah ke meja dikusi. Dari membahas bagaimana orang tua kami memperlakukan kami, bagaimana bunyi wirid yang bisa memanggil ruh halus, bagaimana cara menghilangkan ketombe, dan bagaimana sedapnya jeruk nipis jika di campurkan ke dalam kuah soto.
Malam yang berantakan. Tapi suka.
Sarapan pagi hari tadi, diawali dengan berlari pagi menuju sebuah pasar. Entahlah .. nama pasar ini agak aneh. Saya agak sungkan menyebutnya di sini. Di pasar, kami sarapan sop ayam. Yaampun … Porsinya terlalu feminim. Saya boleh nambah dua mangkuk lagi tidak?
Setelah sarapan, kami bertemu dengan satu orang sahabat lagi. Jadilah kami berempat kembali ramai di sebuah meja diskusi. Pernah liat film Sex&The City? Tapi saya suka sekali film korea a moment to remember di mana kim sujin .. Sorry latah, back to Sex&The City .yaa . kami seperti 4 wanita lajang yang lepas dari peraturan di rumah. Tertawa dalam penatnya berbagai masalah. Tertawa dalam rasa kantuk yang luar biasa menyerang. dan tertawa menertawakan diri kami masing-masing.
Cozy!
Kami lupa sejenak bahwa kami punya masalah yang berat. Masing-masing dari kami memang punya permasalahan sendiri-sendiri sesuai level yang Tuhan berikan. Kami lupa … Tuhan mengumpulkan kami untuk tetawa, bukan menangis. Pagi ini Tuhan baik sekali.
Cup!
Dan sekarang, sudah jatahnya Makan siang? hmmm … enaknya di mana ya? Saya pengen makan siang di kawasan tamrin atau yang deket-deket ancol gitu bisa ga? Junkfood, g masalah. Saya pengen ngota dikit setelah jalan kaki ngiteri pedepokan pedepokan kecil. Gini-gini saya juga pernah megang baju di tokonya Hammer atau Pollo. Walau itu bukan sejenis makanan, tapi setidaknya bisa jadi bukti bahwa saya pernah menjadi bagian kaum kapitalis yang branded serta update, gahol geela.
Cool kan!
Get my next trip!
^^
Sabtu, 11 Juni 2011
11.45 pm
Panas!
Kata teman saya, manusia terlalu banyak dosa. Jadi wajar kalo bumi panas.
Kalo menurut seorang ahli teori, panas ini terjadi karena global warming.
kalo kata saya, panas ini terjadi karena gak dingin.
trip saya hari ini?
Olalala .. sampai solo jam berapa ya tadi subuh? ah lupakan.
Mandi, Makan soto, Makan bakso. Bagaimana mungkin tidak enak. Walaupun semua makanan itu sebenarnya tidak saya makan.
Rapat di siang yang panas.
Uh! Topiknya pun panas. Panas sekali. Sampai-sampai saya tidak tahan dan saya .. ah .. sayaa .. sayaa .. sayaa ….
Sudahlah. Berlebihan.
Semalam .. eh bentar … review.
Makan siang kemaren (jauh banget sih), gpp lah … nyambung sama cerita di tanggal sebelumnya.
Makan siang kemaren, pake apa ya? aduh .. gejala sisofrenia ini saya .. kalo g salah, saya makan pake sop? ya! sop tadi pagi. ampun deh .. saya lebih tertarik tempe gorengnya. alhasil, makan siang pake nasi, sambal sop, tempe goreng, dan akua.
mantap! kenyang byath!
lalu makan malam? hmmm … keliling sepanjang jalan batas kota sebuah kota. Ada martabak yang saosnya mantap kali. saos asam manis pedes. Hmmm …. rebutan kita!!
Abis itu makan paklay rebus. Aaaahhh!! Saya nampak genduth.
Eh bentar .. ini tulisan sebenarnya edisi trip atau edisi kuliner ya?
Apa ajalah .. saya senang.
Malamnya? (bukan, tenang saja .. ini sudah tidak membahas makanan lagi)
malamnya … hape saya, fb saya, twitter saya, otak saya … penuh notifikasi.
Serubyath! Adekadek bermasalah sedang mendapat masalah. Hot gosip!
Saking hotnya, saya sampe gabisa tidur seharian penuh. cuma tidur sekitar duapuluhtujuh menit. Itu juga terbangun karena saya ada janji pulang ke kota budaya pagi ini.
Olalala .. sampai solo jam berapa ya tadi subuh? ah lupakan.
Mandi, Makan soto, Makan bakso. Bagaimana mungkin tidak enak. Walaupun semua makanan itu sebenarnya tidak saya makan.
Rapat di siang yang panas.
Uh! Topiknya pun panas. Panas sekali. Sampai-sampai saya tidak tahan dan saya .. ah .. sayaa .. sayaa .. sayaa ….
Sudahlah. Berlebihan.
Begitulah .. rapat selesai diakhiri dengan kecupan kecupan mesra, saya menggelandang ke rumah salah satu seorang sahabat.
Dingin!
Segar!
Ada kipas angin, ada buah kiwi, ada aquaria, ada asbak, tisu, garpu, laptop, hotspotan, monde, kopi yang tinggal setengah gelas, dan kacang atom.
Kenyamanan ini , kalian tau .. membuat saya meninggalkan kisah lanjutan perjalanan saya.
Nice!!
Saya ketinggalan kereta!
Demi apa?
Demi Leda Lede????
Damn.
T__T